Selasa, 02 Desember 2008

Obesitas

Definisi
Obesitas adalah keadaan di mana terdapat kelebihan lemak dalam tubuh. Standar definisi dari obesitas dan overweight dilihat berdasarkan indeks massa tubuh (IMT). IMT diukur dengan satuan berat badan dan tinggi badan ((Berat badan/tinggi badan (kg/m2)). Obesitas dapat meningkatkan mortalitas (angka kematian) seseorang dengan penyakit kronis yang mengancam jiwa seperti diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung dan pembuluh darah, kantung empedu, sensitifitas hormon dan kanker saluran cerna.

Klasifikasi
Klasifikasi dibawah ini untuk indeks massa tubuh (IMT) dewasa asia.

Klasifikasi

IMT (kg/m2)

Risiko morbiditas

Underweight

<>

Rendah (dapat meningkatkan risiko masalah klinis lainnya)

Normal

18.5-22.9

Sedang

Overweight:
Berisiko
Obese I
Obese II

≥ 23
23-24.9
25-29.9
≥ 30

Meningkat
Meningkat sedang
berat

Risiko Obesitas
Obesitas dapat meningkatkan mortalitas (angka kematian) seseorang dengan penyakit kronis yang mengancam jiwa seperti diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung dan pembuluh darah, kantung empedu, sensitifitas hormon dan kanker saluran cerna. Risiko juga meningkat pada kondisi-kondisi yang tidak fatal seperti nyeri pinggang, artritis, infertilitas, dan gangguan psikososial.

Tata laksana
Strategi menurunkan berat badan harus melakukan modifikasi diet, aktivitas fisik, kebiasaan dan hindari stress. Diet yang dianjurkan adalah makan yang secukupnya, kurangi konsumsi makan-makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak. Kira-kira karbohidrat yang dikonsumsi 55-65% dari total energi. Buah-buahan, gandum dan sayuran diperbanyak, dan kurangi konsumsi alkohol.
Salah satu faktor yang tidak kalah penting untuk program penurunan berat badan adalah meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari. Aktivitas fisik yang dianjurkan untuk obesitas adalah aktivitas yang tidak terlalu berat seperti jalan kaki dan turun-naik tangga. Aktivitas yang intensitas rendah sampai sedang sangat dianjurkan

Tabel dibawah ini menunjukkan kriteria keberhasilan tata laksana obesitas;

Kriteria

Keberhasilan tata laksana

Penurunan berat badan

5-6kg atau 10% dari berat awal

Mempertahankan IMT

<23>

Tekanan darah

Turun berapa pun

Gula darah

Turun berapa pun

Kontrol gula darah (HbA1c)

Perbaikan

Faktor Risiko lainnya

Turun berapa pun

Contoh-contoh aktivitas yang dapat dilakukan beserta waktu untuk melaksanakannya.

Aktivitas sedang (menit) Aktivitas berat (menit)

Jalan cepat pada permukaan yang rata Jogging
Bersepeda permukaan rendah Bersepeda mendaki
Berkebun-menanam pohon, memotong ranting Memotong kayu
Melukis Mengepel lantai
Membersihkan jendela Berenang
Memancing Bermain bola
Badminton Bermain basket
Golf - berjalan dan membawa-bawa tongkat

Apabila sudah melaksanakan perubahan gaya hidup diatas, namun masih belum berhasil, dapat konsultasikan ke dokter anda untuk penatalaksanaan dengan obat-obatan maupun tindakan lainnya (operasi).
Indikator penting bagi dokter untuk memberikan obat-obatan adalah:

  • Metode penurunan badan yang lain tidak berhasil
  • Indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 27 dan mempunyai komplikasi medis dari obesitas seperti, diabetes, tekanan darah tinggi, atau sleep apneu.
  • IMT anda lebih dari 30

Ada dua obat resep yang sudah di izinkan oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk pengobatan jangka panjang obesitas. Yaitu;

  • Sibutramine. Obat ini merubah persarafan di otak anda, yang membuat anda lebih cepat merasa kenyang. Efek samping obat ini meningkatkan tekanan darah, sakit kepala, mulut kering, konstipasi dan insomnia.
  • Orlistat (Xenical). Cara kerja obat ini adalah mencegah penyerapan lemak dalam usus anda. Lemak yang tidak terserap akan dibuang bersama tinja. Efek samping yang timbul adalah peningkatan gerakan usus. Karena obat ini juga akan menyerap nutrisi selain lemak, dokter anda akan menyarankan untuk mengkonsumsi multivitamin.

Apabila anda sudah melakukan penatalaksanaan diatas tetapi tidak berhasil, maka tata laksana operasi dapat menjadi pilihan. Operasi dipikirkan jika;

  • Indeks massa tubuh (IMT) anda 40 atau lebih
  • IMT anda 35 sampai 39,9 dan anda mempunyai komplikasi lain yang berhubungan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Operasi bypass lambung, yang akan merubah anatomi dari saluran pencernaan untuk mengontrol masuknya makanan yang anda makan. Dokter bedah akan membuat kantung di bagian atas lambung yang akan disambung dengan usus halus. Maka makanan yang masuk, langsung menuju kantung dan langsung ke usus halus. Lambung akan tetap mengeluarkan cairannya untuk membantu menghancurkan makanan.

Tindakan ini dapat menimbulkan efek samping seperti pneumonia, pembekuan darah dan infeksi bisa terjadi. Penurunan berat badan yang terlalu cepat akan menghasilkan batu empedu, hernia (pada tempat pemotongan). Bypass lambung juga dapat menimbulkan sindrom dumping, suatu kondisi dimana isi perut terlalu cepat masuk ke usus halus, menyebabkan mual, muntah, diare, pusing dan berkeringat.

Insomnia (Gangguan Tidur)

DEFINISI
Insomnia adalah kesukaran dalam memulai atau mempertahankan tidur. Biasanya disebabkan oleh gangguan di dalam waktu dan mekanisme tidur, hal ini biasanya diperberat dengan perilaku yang tidak sehat, seperti tidak teratur jam tidur, seringnya bergadang dan penggunaan kafein.
Insomnia adalah sebagian dari gangguan tidur, tetapi keluhan ini adalah keluhan yang paling sering dari gangguan tidur. Beberapa gejala lain dari gangguan tidur adalah hipersomnia, jumlah tidur yang berlebihan atau sering mengantuk yang berlebihan pada siang hari.

EPIDEMIOLOGI
Di amerika serikat kurang lebih sepertiga penduduknya memiliki gangguan tidur. Di Indonesia gangguan tidur bervariasi, tergantung pekerjaan yang dimiliki, pekerjaan-pekerjaan yang mengakibatkan terganggunya siklus tidur seperti perawat, dokter, satpam sangat besar menimbulkan gangguan tidur pada individu tersebut. Ada penelitian yang membuktikan bahwa 70% dari perawat di Jakarta mengalami insomnia. Insomnia lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria dengan rasio 3 : 2. Dengan bertambahnya usia bertambah pula angka kejadian gangguan tidur.

ETIOLOGI
Penyebab dari gangguan tidur biasanya dibagi menjadi 3 kondisi, yakni kondisi medis, kondisi psikiatri dan kondisi lingkungan.
Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gangguan tidur adalah,

  • Gangguan pada jantung seperti gagal jantung dan iskemia pada pembuluh koroner
  • Stroke, kondisi degenerative, demensia, gangguan tidur karena gangguan CNS
  • Hipotiroid, menopause, siklus menstruasi, kehamilan, dan hipogonadism
  • Gangguan paru obstruktif, asma, Pickwikian sindrom (Obstructive sleep apnea syndrome).
  • Penyakit muntahan cairan lambung
  • Gangguan pada darah
  • Penggunaan obat seperti dekongestan, koritokosteroid, dan bronkodilator
  • Kondisi lainnya seperti Demam, nyeri dan infeksi

Beberapa kondisi psikologis yang dapat menyebabkan gangguan tidur

  • Depresi dapat menyebabkan gangguan dalam REM (rapid eye movement)
  • Sindrom Post Trauma
  • Obat-obatan psikotropika
  • Pikiran yang membebani atau stress
  • Tegang-cemas

Beberapa kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan gangguan tidur

  • Kejadian yang mengancam nyawa atau kejadian yang memiliki stress tinggi
  • Gangguan siklus tidur akibat waktu kerja yang tidak tetap (malam dan pagi)
  • Lingkungan yang bising, dingin, ataupun terlalu panas.

GEJALA DAN TANDA
Gejala insomnia adalah susahnya seorang individu untuk jatuh kedalam tidur, sehingga terjadi peningkatan waktu antara tidur. Sulitnya mempertahankan tidur dan tidak dapat tidur secukupnya, hal ini mengakibatkan seorang pasien terbangun sebelum dia mendapatkan tidur yang cukup. Gangguan dari siklus tidur dapat disebabkan oleh irama sikardian (gannguan dalam irama tidur bangun) yang terganggu oleh karena jet-lag atau pekerjaan. Hipersomnia atau tidur yang berlebih adalah gejala dari kurangnya kualitas dari tidur seseorang sehingga seringkali dibutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari normal.
Beberapa gejala lain dari gangguan tidur adalah Sonambulisme atau tidur berjalan, dan Mimpi buruk (nightmares)

Kriteria Diagnostik untuk insomnia

  • Keluhan yang menonjol adalah kesulitan untuk memulai tidur atau mempertahankan tidur, atau tidur yang tidak menyegarkan selama sekurang-kurangnya satu bulan
  • Kelelahan di siang hari yang menyertai menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.

Beberapa pemeriksaan laboratorium yang diperlukan
Hemoglobin dan hematokrit, Gas darah, fungsi tiroid dan screening obat dan alcohol.

PENTALAKSANAAN

  • Medikamentosa
  • Bedah, untuk mengatasi penyakit yang menyertai
  • Diet
  • Konsultasi dengan dokter

Beberapa tindakan non medis yang dapat dilakukan untuk membantu tidur

  • Bangun pada waktu yang sama setiap harinya
  • Batasi waktu di tempat tidur setiap hari pada jumlah yang sama sebelum terjadi gangguan tidur
  • Hentikan penggunaan obat-obatan yang bekerja pada susunan saraf pusat
  • Hindari tidur sekejap dalam siang hari
  • Olahraga
  • Hindari stimulasi pada saat waktunya tidur
  • Berendam di dalam air hangat 30 menit sebelum tidur
  • Makan pada waktu yang teratur setiap hari
  • Lakukan relaksasi otot pada malam hari
  • Pertahankan kondisi tidur yang menyenangkan

Jumat, 24 Oktober 2008

Tanda Awal Kanker

Membicarakan soal kanker tentu yang terpikirkan oleh kita adalah betapa mengerikannya penyakit ini. Penyakit yang belum ditemukan pengobatan secara mujarab ini sudah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi sebagian orang. Kanker merupakan penyakit pembunuh nomor wahid diantara penyakit non infeksi yang lain, sehingga bila seseorang telah terdiagnosa menderita kanker maka kematianlah yang akan menghantuinya.

Sesungguhnya kanker bukanlah suatu penyakit yang sama sekali tidak bisa disembuhkan. Bila terdeteksi dengan cepat/dini dan diobati dengan tepat maka kanker bisa disembuhkan dengan sempurna. Sayangnya untuk mendeteksi kanker stadium dini tidaklah semudah membalikan telapak tangan karena tidak semua kanker memberikan gejala yang unik pada diri pasien sehingga mendorong pasien untuk berobat. Selain memang biaya deteksi dini/screening ini tidaklah bisa dibilang murah.

Namun tidak perlu khawatir, sebuah penilitian di Eropa sudah meneliti sejumlah tanda awal yang bisa dijadikan pegangan untuk deteksi dini terjadinya kanker. Walau tidak memberikan hasil 100%, tapi penelitian ini minimal membuka mata kita untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut bila ditemukan gejala berikut.

Hematuri (Kencing Darah)

Hematuri atau kencing darah adalah keluarnya darah dengan konsentrasi tertentu dalam urine/kencing baik yang bisa diamati dengan mata telanjang atau dengan bantuan mikroskopis. Sensitivitas dari gejala ini adalah 59% pada laki laki dan 52% pada wanita artinya 59% dari laki laki yang menderita gejala ini akan menderita kanker, sedangkan untuk wanita sebesar 52%.

Hemoptysis (Batuk Darah)

Hemoptysis atau batuk darah adalah keluarnya darah dengan konsentrasi tertentu melalui saluran nafas baik yang bisa diamati langsung dengan mata telanjang atau dengan bantuan mikroskopis. Angka sensitivitasnya cukup rendah yaitu hanya 22% untuk laki laki dan 14% untuk perempuan. Gejala ini biasanya timbul pada kanker kanker yang menyerang saluran nafas baik saluran nafas bagian atas maupun bawah.

Dyspaghia (Gangguan Menelan)

Dyspaghia atau gangguan menelan biasanya terjadi pada kanker kanker yang menyerang saluran pencernaan bagian atas. Nilai sensitivitasnya pun cukup tinggi yaitu 58% dari gejala ini kemungkinan akan menderita kanker pada laki laki dan 54% pada wanita.

Rectal Bleeding (Berak Darah)

Rectal Bleeding atau berak darah adalah keluarnya darah dengan konsentrasi tertentu melalui saluran kotoran/anus yang bisa diamati langsung dengan mata telanjang atau dengan bantuan mikroskopis. Jenis kanker yang biasa menimbulkan gejala awal seperti ini adalah kanker pada usus besar. Sensitivitas dari gejala ini untuk terjadinya kanker berkisar di angka 33% untuk laki laki dan 25 % untuk perempuan.

Demikianlah tanda tanda awal kanker yang perlu kita waspadai sehingga penanganan kanker bisa lebih cepat dan tepat. Penelitian yang saya sebutkan diatas bersumber dari : Alarm signal in early diagnosis of cancer in primary care: cohort study using General Practice Research Database. R. Jones, R. Latinovic, J. Charlton, MC. Gulliford, BMJ, 2007, vol. 334, pp. 1040–1044

Bronkitis Akut

Saat ini kita yang tinggal dan menetap di wilayah Republik Indonesia sudah memasuki musim pancaroba alias musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Peralihan musim ini disamping membawa perubahan pola cuaca juga akan mempengaruhi pola penyakit yang timbul di masyarakat. Penyakit penyakit saluran nafas bagian atas dan penyakit infeksi oleh karena nyamuk akan meningkat sangat drastis. Itu sebabnya beberapa rumah sakit sampai kewalahan menerima pasien dengan penyakit yang timbul pada perubahan musim ini.

Salah satu penyakit yang banyak timbul adalah Bronkitis Akut (BA). Penyakit ini merupakan suatu proses peradangan akut pada saluran nafas (bronkus) yang pada umumnya disebabkan oleh virus. Pada beberapa kasus akhir akhir ini ditemukan juga BA yang disebabkan oleh sejenis mycoplasma dan klamidia.

Gejala BA agak sulit dibedakan dengan gejala pada penyakit infeksi saluran nafas bagian atas lainnya karena gejala yang timbul pada BA sangat tidak khas. Gejala yang umum dirasakan pasien antara lain, batuk berdahak dengan dahak yang jernih, demam yang tidak terlalu tinggi, rasa sakit bila menelan makanan, kadang timbul rasa nyeri pada dada dan sesak nafas oleh karena penyempitan saluran pernafasan (bronkus).

Oleh karena gejala yang tidak khas ini maka dokter akan kesulitan menegakan diagnosa BA pada pasien saat pasien pertama kali ke tempat praktek. Biasanya diagnosa BA ditegakan setelah pasien kontrol kembali dengan keluhan yang sama.

BA harus dibedakan dengan TBC paru dan Pnemonia (radang paru) karena penanganan pada ketiga penyakit yang mempunyai gejala yang mirip ini sangat berbeda. Untuk bisa membedakan maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan fisik yang telah dilakukan. Pemeriksaan penunjang tersebut antara lain : Foto rontgen dada dan pemeriksaan darah.

Antibiotika masih merupakan pilihan utama untuk mengobati BA terutama bila dicurigai BA disebabkan oleh infeksi mycoplasma dan klamidia. Disamping obat obatan lain untuk menghilangkan gejala yang dirasakan oleh pasien seperti batuk, demam dan sesak nafas.

Yang perlu diingat, bila ada diantara anggota keluarga yang menderita gejala seperti yang saya sebutkan diatas, segera bawa ke dokter keluarga terdekat. Biasanya dengan penanganan yang cepat dan tepat, pasien BA akan sembuh dengan baik.

Demam Berdarah Dengue (DBD)


Apakah demam dengue?

Demam dengue umumnya menyerang orang yang kekebalan tubuhnya sedang menurun. Sebenarnya saat kita terkena infeksi dengue, tubuh akan memproduksi kekebalan terhadap tipe virus dengue tersebut, kekebalan ini akan berlangsung seumur hidup. Sayangnya, demam dengue disebabkan oleh banyak strain atau tipe virus sehingga walaupun kita kebal terhadap salah satu tipe namun kita masih dapat menderita demam dengue dari tipe virus yang lain.

Demam berdarah dengue atau DBD merupakan demam dengue dengan derajat yang lebih berat. Perbedaan yang paling utama adalah pada demam dengue tidak ditemukan manifestasi perdarahan pada pasien. Pada kulit pasien dengan demam dengue hanya tampak ruam kemerahan saja sementara pada pasien demam berdarah dengue akan tampak bintik bintik perdarahan. Selain perdarahan pada kulit, penderita demam berdarah dengue juga dapat mengalami perdarahan dari gusi, hidung, usus dan lain lain. Bila tidak ditangani segera, demam berdarah dengue dapat menyebabkan kematian.

Daerah mana saja yang mudah terjangkit demam dengue?

Demam dengue banyak terjangkit di daerah tropis dan subtropis. Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam dengue tiap tahun. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena curah hujan di Asia yang sangat tinggi terutama di Asia timur dan selatan ditambah dengan sanitasi lingkungan yang tidak bagus.

WHO memperkirakan lebih dari 500.000 dari 50 juta kasus demam dengue memerlukan perawatan di rumah sakit. Lebih dari 40% penduduk dunia hidup di daerah endemis demam dengue.

Bagaimana penularan demam dengue?

Virus dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya sudah menggigit orang yang terinfeksi dengue. Populasi nyamuk ini akan meningkat pesat saat musim hujan namun nyamuk Aedes aegypti juga dapat hidup dan berkembang biak pada bak bak penampungan air sepanjang tahun. Satu gigitan nyamuk yang telah terinfeksi sudah mampu untuk menimbulkan penyakit dengue pada orang yang sehat.

Penularan demam dengue tidak bisa langsung dari manusia ke manusia tetapi harus melalui perantara nyamuk sehingga kita tidak perlu khawatir kontak langsung dengan penderita demam dengue.

Apa saja gejala dan tanda demam dengue?

Setelah tergigit nyamuk pembawa virus, masa inkubasi akan berlangsung antara 3 sampai 15 hari sampai gejala demam dengue muncul. Gejala demam dengue akan diawali oleh perasaan menggigil, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung. Kesakitan pada tungkai dan sendi akan terjadi beberapa jam sejak gejala demam dengue mulai dirasakan. Suhu tubuh akan meningkat dengan cepat mencapai 40 derajat celcius dengan detak nadi yang normal serta tekanan darah yang cenderung turun. Bola mata akan tampak kemerahan. Kemerahan juga tampak pada wajah yang dengan cepat akan menghilang. Kelenjar pada leher dan tenggorokan terkadang ikut membesar.

Demam dan gejala lain dari demam dengue akan berlangsung selama 2 hari yang kemudian diikuti oleh penurunan suhu yang cepat dengan diiringi oleh produksi keringat yang meningkat. Periode penurunan suhu ini biasanya berlangsung sehari, selanjutnya suhu tubuh akan meningkat lagi dengan cepat. Saat ini seluruh tubuh pasien akan kemerahan kecuali pada wajah.

Bagaimana penanganan pasien demam dengue?

Karena demam dengue disebabkan oleh virus maka tidak ada pengobatan spesifik untuk penyakit ini termasuk penggunaan antibiotika. Umumnya pengobatan demam dengue hanya ditujukan untuk mengatasi gejala yang terjadi (simptomatis). Istirahat dan asupan cairan yang cukup merupakan dua hal yang sangat penting pada pasien demam dengue. Penggunaan aspirin dan NSAID harus dihindari. Penggunaan paracetamol terutama untuk mengatasi gejala demam dan sakit kepala yang terjadi.

Bagaimana kelanjutan pasien dengue?

Demam dengue tidak akan menyebabkan kematian. Pengalaman selama ini, kematian akibat demam dengue kurang dari 1% dari seluruh kasus yang terjadi. Perbaikan kondisi pasien akan berlangsung beberapa minggu.

Bagaimana dengan demam berdarah dengue?

Demam berdarah dengue atau DBD umumnya terjadi pada anak dibawah 10 tahun. Gejalanya antara lain nyeri pada perut, perdarahan, dan syok. Bila terjadi syok maka DBD sering disebut Dengue Syok Syndrome atau DSS. Pasien dengan DSS biasanya agak sulit untuk dipulihkan.

DBD dimulai dengan demam tinggi serta sakit kepala yang hebat. Terdapat gejala pada saluran nafas dan saluran pencernaan berupa nyeri menelan, batuk, mual, muntah dan nyeri perut. Syok dapat terjadi setelah 2 sampai 6 hari semenjak gejala DBD timbul. Gejala syok dimulai dengan penurunan suhu tubuh tiba tiba, akral dingin, nadi lemah, dan kebiruan pada bibir.

Pada DBD, terdapat perdarahan pada jaringan lunak, bintik perdarahan pada kulit, muntah darah, darah pada kotoran, gusi berdarah dan mimisan. Pada beberapa kasus dapat terjadi radang paru paru dan radang pada otot jantung atau miokarditis.

Pasien dengan DBD harus di monitor dengan ketat terutama pada hari ke empat sejak timbulnya gejala. Bila terjadi kebiruan atau sianosis maka pasien harus diberikan oksigen dan apabila terdapat kegagalan vaskuler maka pasien harus diinfus. Transfusi darah diperlukan untuk mengendalikan perdarahan.

Angka kematian pasien DBD sangat tinggi antara 3 sampai 30%. Sebagian besar kematian terjadi pada anak anak.

Bagaimana mencegah demam dengue?

Transmisi virus melalui nyamuk harus dihentikan untuk mencegah timbulnya demam dengue. Untuk melakukan ini maka pasien demam dengue harus dikelilingi oleh kawat nyamuk/kelambu sampai demam mereda.

Pencegahan demam dengue membutuhkan pengendalian atau eradikasi dari nyamuk pembawa virus. Lakukan 3 M (Menguras, Menutup dan Menimbun) tempat tempat yang disukai nyamuk untuk berkembang biak. Peranan pemerintah sangat diperlukan sebagai motivator disamping peranan masyarakat sebagai pelaksana.

Sampai saat ini belum ada vaksin yang pas untuk demam dengue, sehingga hanya pencegahan terpadulah yang bisa dilakukan.

Radang Tenggorokan (Faringitis Akut)

Beberapa dari kita tentu pernah mengalami nyeri tenggorokan yang super hebat sehingga menelan sesuap nasi rasanya susah banget. Nyeri seperti ini tentu sangat sangat menjengkelkan, apalagi di depan kita tersedia makanan kesukaan kita yang lezat dan harum. Alangkah tersiksa rasanya, beberapa obat telah dicoba tetapi tidak juga mempan, begitu pula dengan obat obatan tradisional dari nenek tercinta.

Yap, faringitis atau radang tenggorokan memang merupakan penyakit yang sering diderita oleh pasien yang berobat ke tempat saya. Terkadang pasien dengan faringitis juga disertai dengan gejala flu yang lain seperti demam, sakit kepala, pilek dan batuk. Namun penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus EBV atau kuman Strep. pyogenes ini dengan mudah dapat dikenali dengan pemeriksaan tenggorokan pasien. Pada pemeriksaan ini ditemukan peradangan pada daerah faring dengan tanda berupa kemerahan serta ditemukannya pembesaran pada kelenjar limfe regional disekitarnya. Pada kasus yang berat bisa ditemukan nanah atau eksudat.

Permasalahan faringitis diperparah dengan keadaan pasien yang sulit menelan, bahkan tidak bisa makan. Keadaan ini tentu akan mengurangi asupan makanan yang bergizi ke tubuhnya yang pada gilirannya akan menganggu proses penyembuhan.

Namun tidak perlu khawatir, pada penderita faringitis yang disebabkan oleh virus, akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Pasien hanya diberikan obat symptomatis untuk mengurangi penderitaannya karena kesakitan menelan dan gejala flu yang lain. Sebaliknya bila faringitis disebabkan oleh bakteri, baru diperlukan antibiotika yang adekuat untuk membunuh bakteri jahat tersebut.

Komplikasi terjadi biasanya pada faringitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dimana sering terjadi abses peritonsilar dan abses parafaring, yang penanganannya memerlukan tindakan pembedahan.

Suara Serak (Laringitis Akut)

Bagi seorang penyanyi, suara adalah modal utama mereka. Tanpa suara yang merdu dan indah, mereka akan ditinggalkan oleh penggemarnya, dan ujung ujungnya mereka akan kehilangan ladang penghidupan. Oleh sebab itu mereka akan menjaga dan merawat suara yang merdu tersebut dengan sangat hati hati. Bahkan di belahan bumi yang lain, ada penyanyi yang sampai mengasuransikan suaranya sehingga bila kelak terjadi masalah dengan suaranya, mereka tetap bisa menikmati dana asuransi.

Ada satu penyakit yang sangat ditakuti oleh seorang penyanyi yaitu Radang Akut Laring atau dalam bahasa kedokteran disebut Laringitis Akut (LA). Mengapa mereka takut? Karena gejala yang muncul dari penyakit ini adalah suara yang serak/parau hingga hilang. Tentu mereka tidak mungkin menyanyi dengan suara parau, bisa bisa mereka dilempari sepatu saat manggung.

LA pada umumnya merupakan kelanjutan dari infeksi yang sering terjadi pada saluran nafas bagian atas. Hal ini terjadi karena pengobatan terhadap infeksi tersebut tidak tuntas sehingga kuman akan menyerang daerah tetangganya dalam hal ini laring. Pada anak anak lebih berbahaya lagi, sebab bila LA tidak segera teratasi maka bisa menyebabkan sumbatan jalan nafas akibat saluran udara pada laring yang menyempit.

Penyebab utama dari LA adalah infeksi oleh karena bakteri dan virus. Infeksi bakteri biasanya berasal dari organ di sekitar laring sementara infeksi oleh virus biasanya berasal dari organ lain yang letaknya agak jauh dari laring. Bakteri yang paling sering ditemukan adalah Haemophilus influenza, stafilokokus, streptokokus dan pneumokokus. Kuman kuman ini merupakan biang kerok dari infeksi saluran nafas bagian atas.

Gejala yang timbul pada orang yang mengidap LA selain suara parau/serak adalah demam, lemas, nyeri menelan, nyeri saat berbicara, pilek, rasa kering di tenggorokan, batuk kering yang lama lama bisa disertai dengan dahak, suara nafas yang keras akibat dari terganggunya aliran udara pada laring.

Bila timbul gejala seperti di atas lebih baik segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Istirahat bicara dan bersuara selama 2 - 3 hari, menghirup udara lembab dan menghindari iritasi pada laring adalah langkah langkah yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala disamping pemberian obat antibiotika oleh dokter.

Jadi, jangan anggap remeh suara yang serak apalagi bila anda seorang penyanyi, bisa bisa anda kehilangan mata pencaharian utama